Tentang Sepetak Sawah

Living among cultures..“Menulis adalah bekerja untuk keabadian” — Pramoedya Ananta Toer.

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang pandai dan sering berbohong. Selain manusia, hanya bunglon dan oposum yang bisa berbohong dalam rangka mekanisme pertahanan diri, dan itu pun tidak sesering manusia dan tidak sekompleks manusia motivasinya. Namun sepandai apapun manusia, ada yang tidak bisa manusia akali, hati dan Tuhannya. Tulisan adalah salah satu sarana yang digunakan manusai untuk menumpahkan semua kejujuran perasaanya, sesakit apapun itu, sepahit apapun itu. Walaupun pada akhirnya tulisan-tulisan itu hanya ia simpan sendiri tanpa seorangpun yang tahu. Walaupun pada akhirnya itu tulisan-tulisan itu hanya menjadi goresan perasaan yang mungkin hanya bisa menari-nari di benak manusia. Selamanya. Sampai mati.

Dalam sepetak sawah terdapat kehidupan. Dalam sepetak sawah ada kesabaran, ada kerja keras yang tak pernah mati, ada pengharapan di setiap musim panen menjelang. Dalam sepetak sawah sawah terdapat canda tawa, dalam sepetak sawah terdapat tangis haru, dalam sepetak sawah terdapat kebahagian yang tak dibuat-buat.

Dalam sepetak sawah, terdapat kehidupan. Dari sepetak sawah saya belajar kehidupan.


@aang_kunaefi

sepetaksawah.wordpress.com

Iklan

24 thoughts on “Tentang Sepetak Sawah

  1. erma watson berkata:

    salam kenal..meooongggg!!!!!!!!!!!!!!!!!!!….=3
    hahahahaaa….
    g nyangka ternyata qm hobi nullis ang…

    • aangbikinblog berkata:

      wkwkw ermaaaaaa ngapain km manggil pake nama itu hah?? hehe
      waaaah aku cuma iseng nulis tu, cuma sebatas menyampaikan apa yg menurut saya bisa bermanfaat hehe….
      kl km kan emang uda master kl nulis…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s