Esai

Rumah

Sejak hidup jauh dari rumah, sering muncul momen-momen memikirkan rumah. Entah hanya sekedar kangen rumah, merasa berada di rumah di tempat yang baru; atau vice versa, merasa tidak di rumah di tempat yang baru. Sejujurnya apa rumah itu?

Rumah. Ya, rumah bukan sekedar bangunan (a house). Rumah bukan sekedar tempat untuk berlindung, makan, tidur dan melakukan rutinitas lainnya – semua orang sudah mengerti tentang konsep ini.

A house is not always a home. Jadi, apa bedanya?

Jika kamu bilang “aku kangen rumah”, benar yang kamu rindukan hanya fisik gedung yang dulu atau saat ini masih kamu tampati? It’s A BIG NO.

Jadi, rumah itu ya bisa bangunan itu sendiri, Ibu, Ayah, Kakak, Adik – semua orang yang kita sayangi. Rumah bisa juga berarti gudang tanpa batas yang menyimpan kenangan masa lalu, rumah adalah simbol keteduhan dalam perlindungan keluarga, bagai pohon tua yang rimbun yang meneduhkan siapa saja yang berada di bawahnya – home is where my heart belong to.

Yes, home is more than finacial assets. Every home has deep emotional meaning.

Rumah lah yang membuat hati damai, kerasan dan menyembuhkan dari segala hiruk-pikuk kesibukan dunia. My home is a place where I close the door the door on chaos dan find some kind of cosmos.

Jadi, ga perlu heran jika banyak orang mengorbankan banya hal hanya untuk pulang. Setelah sekian lama jauh dari nuansa rumah, setelah sekian lama bergelut dengan berbagai rutinitas kerja dan problematika yang menyertainya, manusia perlu pulang ke rumah untuk mengendapkan semuanya pengalaman pribadi. Me included.

Ya, pada akhirnya rumah tidak selalu gedung. Rumah bisa berupa kenangan masa kecil yang masih hidup di kampuang halaman, rumah bisa berupa baru tanah kemarau yang menyeruak ketika dibasahi hujan pertama di setelah kemarau panjang. Rumah bisa berupa orang-orang tersayang yang tidak pernah bosan memberi payung keteduhan, penghormatan tanpa batas. Rumah bisa berupa orang-orang yang selalu membuat kita tidak merasa asing, tidak merasa sendiri. Mirip seperti yang diilustrasikan Billy Joel;

 

“Well, I’ll never be a stranger and I’ll never be alone. Whenever we’re together, that’s my home.”

[You’re my home/Billy Joel]

 

 

Don Thomas, Maumere.

20072014

Post Script: Tulisan ini agak sentimentil, karena ketika menulis rasa kangen rumah tidak bisa dipisahkan dari konten tulisan ini

Iklan
Standar

2 thoughts on “Rumah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s