Esai

KETIKA MANUSIA ADALAH MANUSIA

Dibalik tubuhnya yang besar bersembunyi jiwa yang kerdil, atau bahkan sebaliknya

Mungkin hanya otak manusia yang paling liar berfantasi bahkan melebihi batasnya, ya manusia bisa menjadi Binatang paling buas, bisa menjadi binatang paling berbisa, manusia bisa menjadi hanya manusia, bahkan manusia kadang merasa menjadi Lebih dari seorang manusia. Manusia juga mahluk unik yang paling sulit diterka, kadang dibalik tubuhnya yang besar bersembunyi jiwa yang kerdil, atau bahkan sebaliknya.

Hubungan manusia itu bukan hanya vertikal, tetapi juga horinzontal dengan manusia yang lain. Menjaga keduanya agar terap seimbang adalah sebuah keadaan yang susah dipertahankan. Dan saya mungkin adalah orang yang sukses dalam mempertahankan ketidakseimbangan antara keduanya itu.

Dua Sisi Kehidupan

Masyarakat, ya mungkin itu adalah komunitas yang paling nyaman buat manusia, atau bahkan sebaliknya. Namun bagaimanapun, masyarakat akan selalu ada selama manusia ada karena pada hakekatnya manusia tidak akan pernah hidup sendiri dan inilah yang membuat manusia tidak bisa lepas dari masyarakat. Walau pun hidup dalam masyarakat belum tentu saya, dia, kamu, mereka, kita semuanya sudah benar-benar bermasyarakat. Mungkin beberapa orang mengenal masyarakat sebagai  orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan, maka muncul istilah Masyarakat Jawa, Masyarakat Madura, Masyarakat Indian di dataran Amerika, Masyarakat Batak, dll. Apa hanya sampai di situ? Saya rasa tidak, bisa saja komunitas yang terdiri dua orang saya sebut masyarakat, atau bisa saja saya menyebut masyarakat Indonesia, atau masyarakat Dunia? Boleh saja bukan?

Tapi bukan hal itu yang membuat saya tertarik untuk membahasnya, interaksi-interaksi dalam masyarakat yang sungguh beragam itu yang mengundang banyak tanya. Setiap interaksi ditanggapi dengan berbagai respon yang berdeda, dengan dampak yang berbeda pula tentunya. Yang lebih menarik lagi adalah bagaimana manusia memperlakukan manusia lain, ada yang memperlakukannya sebagai manusia, ada yang memperlakukan melebihi manusia layaknya manusia dalam arti sebenarnya, bahkan mungkin ada yang memperlakukan di bawah batas sebagai manusia.

Dalam tatanan masyarakat, timbul nilai-nilai yang mungkin berkembang dan mungkin karena telah menjadi suatu kebiasaan nilai-nilai tersebut melekat erat dalam masyarakat yang bersangkutan. Bagaimana sesuatu dianggap lumrah dan generasi selanjutnya “dipaksa” sepakat untuk menerapkan nilai-nilai yang diwariskan.

Mereka bukan binatang, mereka juga bukan Dewa..

Anda semua mungkin tahu tentang pangkat, jabatan tinggi, harta melimpah, punya kekuatan politik, tokoh masyarakat, orang-orang yang enak dipandang dengan busana yang luar biasa sangat mengundang mata untuk memandang, dll. Tapi saya yakin Anda juga tahu orang-orang yang tidur di kolong jembatan, anak-anak yang putus sekolah atau bahkan tidak pernah merasakan sama sekali bangku sekolah, sekolah-sekolah yang tanpa atap, orang-orang pinggiran yang jauh dari akses informasi dan teknologi, dll. Pluralisme yang patut dinikmati.

Dinikmati?

Ya, dinikmati.

Pilih peranmu, Hayati peranmu!

Mungkin ada teman, kerabat anda, atau mungkin saya sendiri –sadar maupun tidak sadar- sukses menjadi manusia bermuka dua. Satu waktu mungkin seseorang bisa menjadi malaikat dengan segala kelembutannya, halus tutur katanya, dll. namun, dalam kesempatan yang lain seseorang bisa dengan tiba-taba menjadi sosok iblis yang ganas, membosankan, menyakitkan hati dan sebagainya. Kondisional, tergantung kita berinteraksi dengan manusia yang bagaimana.

Maka tetaplah menjadi manusia, berinteraksi dengan manusia lain dengan cara-cara yang manusiawi..

sukses buat kita semua, selamat beraktifitas….

Aang Kunaefi

Sarmili 44, jurangmangu timur, pondok aren, tangerang selatan

21.12 04/07/2011

Iklan
Standar

12 thoughts on “KETIKA MANUSIA ADALAH MANUSIA

  1. manusia bermuka dua ya? dulu, sebelum masuk kuliah, dimana memang lingkungan sekitar cukup mendukung, jujur aku gak terlalu percaya dengan adanya manusia bermuka dua, seperti yang di sinetron2 itu,. tapi pas kuliah, bertemu dengan berbagai macam manusia dari berbagai macam kalangan, ternyata memang ada ya,. awalnya cukup shock,. tapi belakangan hanya bisa mendiamkan. saat satu waktu berwajah manis, saat selanjutnya berubah menjadi ganas.

    yahh,. betul katamu,. pilih peranmu, lalu nikmati saja. dan lakukan sebaik yang kamu bisa. termasuk jadi manusia bermuka dua. jadilah manusia bermuka dua paling baik sedunia #lhohhh

    • aangbikinblog berkata:

      itu baru di dunia kuliah ya…..
      belum lagi kl udah nyemplung ke dalam tengah2 masyarakat, pasti akan lebih banyak kejutan2nya….
      tapi ya itu….
      Pilihlah peranmu, hayati peranmu…. =)

  2. setiap manusia selalu memiliki karakter tertentu yang sangat dominan dalam dirinya, namun tidak selalu karakter itu akan nampak terang benderang dan hanya akan muncul ketika mendapat sebuah rangsangan / pemicu yang kuat.

    jadi yang nampak dimata kita adalah : manusia bermuka dua, tiga atau bahkan bermuka sembilan! namun sejatinya itulah manusia, harus mampu menempatkan diri sesuai dengan kondisi yang dihadapi, kata orang jawa : empan papan!!

    • aangbikinblog berkata:

      yap, bener sekali Mas-Giy… pencerahan yang bermanfaat… semoga kita selalu menjadi pribadi yang lebih baik… amiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s