Esai

Buatlah alasan terbaik untuk sebuah pilihan: Be a star or be a dust!

::Sebuah basa-basi::

Di dunia jagad raya, bintang adalah benda yang paling memiliki energi, bintang pula lah yang “menghidupi” bulan hingga tampak bercahaya di malam hari. Jangankan waktu bintang masih aktif, bahkan jika bintang itu mati, bintang masih menunjukkan keperkasaanya yang disebut supernova yang menghasilkan cahaya dan energi yang mahadahsyat, lebih jauh lagi “mayat” dari supernova tersebut masih menjadi lubang hitam yang orang eropa menyebutnya “black hole” yang dengan kekuatannya bisa melenyapkan benda apa saja yang kebetulan lewat di sekitarnya. Itulah mengapa orang yang mempunyai sesuatu yang maha dahsya disebut bintang.

::Tangga kehidupan yang berupa pilihan::

Be a star or be a dust!!

Ya hidup memang selalu dihadapkan dengan pilihan dari mulai hal yang kita anggap sepele hingga menyangkut hal-hal yang sangat menentukan hidup kita. Kunci dari ilmu memilih adalah tahu tentang konsekuensi dari semua opsi yang menjadi pilihan kita. Mungkin saya belum paham betul tentang konsep kebebasan dalam memilih, konsep “free will” yang masih menjadi teka-teki, bukan buat saya saja, bahkan mungkin semua orang. Tapi yang saya yakin bahwa pilihan itu menentukan arah cita-cita. Kadang kita dihadapkan dengan opsi-opsi yang sangat kritis, opsi-opsi yang bertentangan dengan suara hati ” pilih semuanya atau tidak sama sekali”. Hal semacam ini sering terjadi, tapi pastikan untuk tetap mememilih, walaupun itu harus dipaksakan. Jangan pernah memotong tangga kesuksesan kita.

::Dinamis tidak sama dengan inconsistency::

Be a star or be a dust!!

Dulu saya pernah ingin menjadi dokter, polisi, arsitek, dll. Beruntung saya tidak pernah bermimpi menjadi bidan maupun pramugari, jika hal itu terjadi, mungkin saya akan menjadi perintis pria pertama yang bekerja di bidang itu. Begitu banyak cita-cita yang pernah saya impikan, mungkin hidup saya bisa dikatakan sangat tidak konsisten. Tapi saya lebih suka menggunakan bahasa yang lebih sopan biar enak didengar, saya lebih suka mengatakan bahwa hidup saya itu dinamis. Mungkin beberapa ada yang bingung, emang apa bedanya? Kalau boleh saya jawab, beda sekali. Orang yang tidak konsisten cenderung suka berubah tanpa ada alasan yang menguatkan atas perbubahan yang dibuatnya, satu-satunya alasan mereka (saya sebut mereka karena saya percaya hidup pembaca blog ini adalah dinamis, bukan tidak konsisten) adalah hanya ingin berubah, titik. Mudah-mudahan saya, anda, teman-teman anda, kerabat-kerabat anda, dll termasuk orang yang hidupnya dan cita-citanya dinamis. Kenapa? Karena orang yang hidupnya dinamis selalu menghiasi hidupnya dengan beberapa perubahan berdasarkan alasan-alasan yang rasional, termasuk cita-cita mereka.

::Alasan yang dibuat untuk sebuah pilihan atau sebaliknya?::

Jadi sebenarnya alasan-alasan rasional harus dibuat untuk merasionalkan sebuah opsi yang kita pilih atau perubahan harus dilandasi alasan-alasan rasional? Pertanyaan ini sama halnya dengan pertanyaan: “Lebih dulu mana telur apa ayam?”. Ya, kira-kira begitulah. Kenapa? Sebenarnya hal ini masuk ke dalam wilayah pembahasan konsep “free will” yang banyak didiskusikan. Saya memilih untuk membeli suatu barang karena kualitasnya bagus, sebuah pilihan yang luar biasa. Namun ada beberapa kondisi yang mengharuskan anda membuat alasan-alasan untuk merasionalkan pilihan anda. Misalkan anda saat melamar pekerjaan, anda memprioritaskan dari yang A, B, dan C. Ternyata yang anda peroleh adalah opsi D, kejadian semacam ini sudah masuk ke dalam wilayah Tuhan dan manusia tidak punya wewenang apapun untuk mencampurinya. Jika hal ini yang terjadi, maka pikirkanlah alasan-alasan kenapa anda diberi opsi tersebut. Jika tidak, maka anda atau mungkin saya seperti orang yang memesan makanan di restauran asing dan anda atau saya bahkan tidak tahu makanan yang dipesan seperti apa. Atau analogi yang lain yang lebih mudah dipahami adalah seperti orang Indonesia yang menyanyikan lagu India (maaf bukan bermaksud menyindir Briptu Norman, no sarcasm), bisa menyanyikan tapi tidak tahu maknanya apa, kira-kira begitu.

So, be a dust or be a star!!

Jika memang inging menjadi seperti bintang, ciptakanlah suatu kondisi yang bisa dijadikan alasan rasional kenapa anda layak untuk menjadi besar seperti bintang. Atau Anda hanya ingin menjadi debu?

Aang Kunaefi

20/05/2011

Kamar kumuh 3x3meter

Tangerang Selatan

Iklan
Standar

27 thoughts on “Buatlah alasan terbaik untuk sebuah pilihan: Be a star or be a dust!

  1. Wanspeak berkata:

    Saya suka dengan tulisan anda. Untuk memilih dan berubah dinamis pasti membutuhkan alasan yang rasional.

  2. Wanspeak berkata:

    Jujur saja, kenapa saya kembali mengganti tema blog lagi? Antara dinamis dan inkonsistensi kah? Saya punya alasan yg mengharuskan saya utk mengganti tema blog. blogger memberitahukan kalau saat membaca postingan saya di tema lama itu merasa sedikit terganggu dgn tampilan background.
    Yup, ini adalah salah satu contoh yg disebutkan. Good! Saya suka tulisan ini.

    • aangbikinblog berkata:

      yap itulah hidup yang dinamis, perubahan selalu didasari atas motif2 yang rasional, bukan hanya sekedar ingin berubah atau mengubah sesuatu, Termasuk mengubah tema blog untuk kenyamanan orang2 dan kerabat2 adalah contoh kecil dari hidup yang dinamis, Semnagat!!

    • aangbikinblog berkata:

      Yap, kalaupun pilihan tidak tepat, harus membangub landasan yg kuat untuk memposisikan bahwa pilihan kita memang terbaik =)

      trima kasih udah berkunjung kang citro..

    • aangbikinblog berkata:

      wow….. Ada temen diskusi tentang free will, ni…

      Btw, baru aja berkunjung ke rumah kedua km, produktif banged ya??
      salut!!

  3. motivasi yang keren, karena balik lagi semua ke pilihan pribadi. mau yang bersinar, atau hanya sekedar menjadi pengikut..

    semua kembali ke bagaimana usaha kita buat mewujudkannya.

    • aangbikinblog berkata:

      Sebelumnya saya berterima kasih udah berkunjung ke gubug saya, mas Gaphe…
      yap setuju sekali mas gaphe, memilih sendiri adalah sebuah pilihan.. lho binging kan?? hehe….
      butuh keberanian bahkan hanya untuk memilih hehe

    • aangbikinblog berkata:

      Yap bener sekalai mas i–one (bacanya iwan ya)
      hidup itu emang pilihan, memutuskan utk hidup itu sendiri juga pilihan…
      Btw, trima kasi udah maen ke gubug reokku ini…..

    • aangbikinblog berkata:

      terima kasih atas kunjungannya masbro…
      ini juga proses belajar, perlu belajar kepada master2 seperti sampeyan =)

  4. fiirra berkata:

    baguuuussss mas aang…..like this dah,,,,mantap

    memberi masukan ama aku juga,,,,jd kalaw ada temen yg bilang aku ga konsist,,,maka akan aku jawab
    “bukan ga konsist,,tapi dinamis”…hehe
    sip sip

  5. gw trtarik dengan tulisan ini Ang..Dinamis!!Aku suka kata2 itu, Dinamis bukan berarti labil, tp mencari hasil yg trbaik dari beberapa peluang atau lesempatan atau pilihan dalam hidup.
    TTp berkarya,,Nice!!

  6. membangun kebersamaan itu hal yg dinamis..

    1.kebersamaan mungkin kita datang disaat yg penting saja akan tetapi kitanbutuh di dalamnya nya itu refsiense agar kebersamaan itu menjadi sebuah realita amandemen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s