Esai

SPAN, Sebuah rencana yang terintegasi!!

Modernisasi pengelolaan keuangan pemerintah memerlukan dukungan sistem informasi yang handal dan terintegrasi, mulai dari perencanaan anggaran, perbendaharaan dan pelaksanaan anggaran, pengelolaan utang, maupun pelaporan dan pengawasan. Oleh karena itu bersamaan dengan pengembangan penganggaran berbasis kinerja, akhir-akhir ini Kementrian Keuangan sedang gencar melakukan modernisasi sistem informasi pengelolaan keuangan negara melalui Program Reformasi Penganggaran dan Perbendaharaan Negara (RPPN).

Program RPPN adalah sebagai upaya untuk menerapkan Paket UU dibidang Keuangan Negara secara utuh – termasuk penerapan PBB dan Accrual Based Accounting sehingga tercipta “good governance” dalam pengelolaan keuangan negara yg menyeluruh, modern dan terintegrasi. Hal ini sesuai dengan KMK No. 72/KMK.05/2009 tanggal 10/3/2009 tentang Reformasi Penganggaran dan Perbendaharaan Negara (RPPN), program RPPN dilakukan oleh seluruh jajaran Ditjen Perbendaharaan dan Ditjen Anggaran, dengan melibatkan unit Eselon I terkait dan kementrian/lembaga yang ikut dalam “pilot project”.

Sebagai bentuk pelaksanaan Program RPPN, dilakukan Penyempurnaan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) atau biasa dikenal “SPAN Project”. Reformasi di tubuh Kementerian Keuangan terus ditingkatkan. Penyempurnaan-penyempurnaan terus dilakukan, termasuk penyempurnaan sistem manajemen informasi keuangan. Salah satunya adalah Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) yang tengah digodok oleh Ditjen Perbendaharaan, Ditjen Anggaran dan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) yang sedang dibangun Kementerian Keuangan diharapkan dapat mempermudah pelayanan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

SPAN merupakan suatu sistem berbasis teknologi informasi yang mengintegrasikan seluruh proses yang terkait dengan pengelolaan anggaran yang meliputi penyusunan anggaran, manajemen dokumen anggaran, manajemen komitmen pengadaan barang dan jasa, manajemen pembayaran, manajemen penerimaan negara, manajemen kas dan pelaporan ke dalam SPAN sampai dengan pelaporan kedalam satu sumber data yang terpusat sehingga dapat dihasilkan Laporan Keuangan Negara yang akuntabel, valid, stabil dan cepat (real time). Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) sudah banyak diterpakan di negara-negara maju seperti Korea Selatan, Australia dan beberapa negara di Eropa dan terbukti bisa menjadi solusi bagi negara yang menerapkan.

SPAN Project akan menghasilkan sistem pengelolaan keuangan negara terintegrasi dan modern dengan proses yang tersentralisasi yang menghubungkan secara on-line/batch melalui teresterial, satelit, dialup, dan sistem jaringan lainnya antara DJA, DJPBN, 30 Kanwil DJPBN, 178 KPPN, dan Kementerian/Lembaga. Pada awal implementasi/pilot project, Kementerian yang terhubung adalah satu satker pada tiap-tiap Kementerian Keuangan, Pekerjaan Umum, Kesehatan, Pertanian, dan Pendidikan Nasional di tingkat pusat. Dimasa datang, diharapkan semua satker dari seluruh Kementrian/Lembaga Pemerintah Pusat direncanakan untuk menjadi bagian dari SPAN Project.

Dalam pelaksanaan program ini, Direktorat Jenderal Perbendaharaan lebih berkonsentrasi pada pelaksanaan anggaran, manajemen kas, akuntansi, dan laporan keuangan. Hal ini yang akan diangkat dalam karya tulis tugas akhir, yaitu mengenai rencana sistem pelaksanaan pendapan negara, sistem pelaksanaan belanja negara dan sistem pelaporannya yang akan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan setelah SPAN diterpakan. SPAN project ini diharapkan akan menjadi solusi cerdas dalam penyusunan anggaran, manajemen DIPA, manajemen komitmen, manajemen pembayaran, manajemen penerimaan, manajemen kas, general ledger dan chart of account serta pelaporan.

Aang Kunaefi

16/04/2011 11.31 am

Jl. H. Sarmili 44

Tangerang Selatan

Disadur dari beberapa sumber

Iklan
Standar

2 thoughts on “SPAN, Sebuah rencana yang terintegasi!!

  1. aangbikinblog berkata:

    wah saya jadi inget fenomena eye of providence yang ada di mata uang USA.. Hemm tapi menurut saya ini mengandung filosof tersendiri dan mudah2an ga ada hubungannya ama isu yg ga jelas 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s